- Back to Home »
- BAB 1 »
- E.Domain Internet Di Indonesia
Posted by : Unknown
Minggu, 15 November 2015
Indonesia
dikenali di Internet dengan Top Level Domain (TLD) .id, seperti
www.ristek.go.id untuk kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi. Memang tidak
ada keharusan bagi semua mesin di Indonesia untuk menggunakan TLD-ID (.id)
sebagai nama mesin yang digunakan. Banyak juga yang menggunakan .com seperti
detik.com dan kompas.com.
Pengelola
Domain Tingkat Tertinggi (DTT)-ID secara tidak resmi telah lama dimanfaatkan
oleh Pusat Ilmu Komputer Universitas Indonesia (PUSILKOM UI) dalam perangkat
lunak pendukung UUCP, yaitu pathalias dan uumap. Menurut mantan postmaster
mesin indogtw.uucp, Partono Rudiarto (Didik), DTT-ID telah digunakan sejak
akhir tahun 1980-an. Tentu saja, yang dapat menginterpretasikan domain seperti
indogtw.ui.ac.id pada saat itu hanyalah komputer yang menjalankan program
pathalias pada program smail atau sendmailnya. Keluhan pun banyak muncul,
mengingat sebagian besar masyarakat Internet tidak dapat memberikan reply pada
e-mail yang berasal dari Indonesia melalui simpul indogtw.uucp.
Desakan
pun muncul agar DTT-ID didaftarkan secara resmi. Sejak tahun 1988, UI berupaya
mencari penyelesaian pengurusan DTT-ID tersebut, dengan mendekati beberapa
institusi seperti Ditjen POSTEL, P.T. Indosat, Perumtel (kini P.T. Telkom),
P.T. Lintasarta, dan lain-lain. Sayang sekali, pada saat itu, pengetahuan dan
minat institusi tersebut terhadap internet sangat minim. Hingga awal tahun
1993, Universitas Indonesia (UI) tetap menunjukan keberatannya untuk
menindaklanjuti pendaftaran DTT-ID tersebut karena alasan teknis maupun karena
tidak ingin direpotkan secara administratif.
Titik
terang terjadi setelah terbentuknya sebuah kelompok kerja informal yang bertemu
di UI (Depok) pada tanggal 8 Mei 1992. Hadir pada pertemuan kelompok yang
kemudian lebih dikenal dengan nama Paguyuban ini ialah wakil-wakil dari BPPT,
LAPAN, STT Telkom, dan UI. Hasil langsung dari pertemuan Paguyuban tersebut
ialah dibukanya:
Link UUCP antara BPPT dan UI (Depok)
Link radio 407 MHz antara UI (Depok)
dan LAPAN (Rancabungur -Bogor),
Serta kemudian disambung link radio
139 MHz antara LAPAN(Rancabungur) dan ITB.
Paguyuban
dapat dikatakan menjadi perintis kerjasama jaringan komputer antar institusi di
Indonesia. Salah satu faktor pendukung suksesnya Paguyuban ini ialah dukungan
teknis jarak jauh dari sebuah mailing-list (milis) bernama PAU-MIKRO pada
alamat pau-mikro@ee.umanitoba.ca. Pada awalnya, milis ini merupakan wahana
komunikasi para staf PAU Mikro Elektornika ITB yang sedang tugas belajar di
luar negeri. Namun, kemudian berkembang menjadi forum diskusi teknis terbuka,
hingga dapat dikatakan pada saat tersebut telah menjadi aset nasional.
Pembukaan
link tersebut di atas menyebabkan peningkatan penggunaan DTT-ID beserta DTD
tidak resminya. Desakan untuk mendaftarkan DTTID secara formal pun meningkat,
menyebabkan UI memberanikan diri mendaftarkan DTT-ID melalui bantuan UUNET di
USA. Walaupun DTTID sudah terdaftar sejak 27 Februari 1993, berita tersebut
baru tersampaikan UUNET (Kyle Jones) pada tanggal 4 Maret 1993. Orang yang
menjadi penanggung jawab pertama domain .id di Indonesia adalah Rahmat M.
Samik-Ibrahim dari UI.
Beberapa orang dan organisasi yang
sempat bertanggung jawab sebagai Top Level Domain (.id) di Indonesia adalah:
ü Rahmat M. Samik Ibrahim (Universitas Indonesia) 1993-1998.
ü Budi Raharjo (IDNIC http://www.idnic.net.id) 1998-2005
ü DEPKOMINFO 2005 selama beberapa bulan
ü PANDI (http://www.pandi.or.id) 2005 sampai sekarang